Selasa, 02 Maret 2010
Tawur di Ruang Sidang
Setelah pembacaan hasil Pansus Century oleh Ketua Pansus Century Idrus Marham, banjir interupsi langsung menyeruak di sidang paripurna DPR. Gara-gara banjir interupsi, sidang pun ricuh. Sejumlah anggota DPR teriak dan sebagian lagi bergerak maju menuju meja pimpinan DPR. Ketua DPR Marzuki Alie, Selaku pimpinan sidang, meminta peserta sidang untuk tertib.
Interupsi pertama dilakukan oleh Bambang Soesatyo, anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar. Bambang mengingatkan mengenai usulan Pansus agar sidang paripurna diselesaikan hari ini, dengan melakukan voting.
Setelah itu banyak sekali anggota DPR yang melakukan interupsi. Antara lain Akbar Faizal dan beberapa orang dari Partai Demokrat, termasuk Irawadi Syamsuddin. Kericuhan semakin terjadi saat anggota Fraksi Partai Demokrat menyampaikan bukti baru ke pimpinan DPR.
Anggota DPR dari FKB Lily Wahid meminta interupsi, namun dicuekin. Sejumlah anggota DPR bergerak dari kursinya dan maju ke pimpinan DPR.
Karena para interuptor tak diakomodir, akhirnya semaki banyak anggota DPR yang merangsek ke maju pimpinan sidang. Bahkan, nyaris terjadi baku hantam. Teriakan-teriakan anggota DPR terus menggema.
Senin, 22 Februari 2010
Mudik
Gambaran Kota Jakarta : Macet, Sumpeg, Panas, Banjir, Kejahatan dimana-mana, Semrawut..intinya tidak ada sepercikpun alasan untuk tinggal di jakarta..tapi kembali lagi ini adalah karena tidak adanya pilihan??atau tepatnya belum, karena mungkin masih ada setitik harapan untuk bisa pergi jauh dari jakarta ini yang rusak..Gambaran Manusia-Manusia Jakarta : Individualis, egois, Tidak Ada Kekeluargaan, Mikirin Perut Sendiri, Rakus...wowo seburuk itukah jakarta dengan manusia yang tinggal disananya..
So..ngapain lama2 dijakarta kalo yg namanya rasa Nyaman itu tidak didapatkan...Makannya mudik itu menjadi sesuatu KEHARUSAN Bukan lagi kebutuhan buat tubuh ini..haha...kalo sudah dirumah Males banget balik lagi ke jakarta...Apapun yang kau tawarkan untuku wahai Jakarta..aku tidak akan sudi berada dikotamu..tidak akan mau membesarkan anak2ku dijakarta karena hampir setiap minggu liat anak2 jakarta tawuran..mau di didik jadi apa anaku nati kalo pergaulannya rusak kaya gini..Go Go...Purbalingga I Love U Full
Selasa, 16 Februari 2010
Siapa kah Anda?
Siapakah orang yang sibuk?
Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekan dan menunda-nunda waktu shalatnya seolah-olah ia bisa menjamin bahwa nyawanya ada ditangannya.
Siapakah orang yang manis senyumanya?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia berkata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata,"Ya Rabb, Aku pasrah dan ikhlas dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.
Siapakah orang yang kaya?
Orang yang kaya adalah orang yang selalu bersyukur dan terus menambah rasa syukurnya dengan nikmat yang ada dan selalu ingat akan kenikmatan dunia yang sementara ini dan senang mendermakan harta nya untuk kebaikan umat
Siapakah orang yang miskin?
Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada selalu menumpuk-numpukkan harta, mengumpulkan harta seperti meminum air laut, semakin banyak meminum semakin bertambah rasa hausnya.
Siapakah orang yang rugi?
Orang yang rugi adalah orang yang masih diberi kesempatan hidup namun masih berat dan enggan untuk melakukan ibadah dan amal-amal kebaikan.
Siapakah orang yang paling cantik?
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan sejauh mata memandang.
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikkan lalu kuburnya menghimpit dan meremukan tulang belulangnya.
Siapakah orang yang mempunyai akal?
Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga kelak karena telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.
Senin, 15 Februari 2010
Bal2an yuh lah..
futsal tiap haripun tidak akan pernah bisa menggantikan kenikmatan bermain bola lapangan gede..
atur tempo, umpan terobosan, menyisir pinggir lapangan, lari kenceng, pergerakan elegan khas gelandang tengah tidak ditemui dalam futsal...
baru kenal futsal beberapa tahun (sejak kuliah) sekarang aja sudah agak bosen, itu2 aja..cape deh..
untung sedikit terobati dengan adanya main lapngan gede tiap minggu pagi di srengseng, kebon jeruk...lumayan lah..tapi ternyata belum cukup, masih sangat kurang...dikampung tiap hari main lapngan gede, disini masa seminggu sekali, kadang2 2 minggu sekali..tersiksa..
di jakarta mau main lapngan gede susahnya minta ampun, lapngan gak ada, kalopun ada gak punya komunitas main lapngan gede..orang2 sini terlalu sibuk untuk sekedar menendang bola setiap sore..hahah.
kapan yah setiap pulang kerja bisa main bola??semoga cepat terwujud..amin..
Rabu, 10 Februari 2010
Sekolah itu bernama Kehidupan
tunjukan bahwa kita mempunyai sejuta alasan untuk tersenyum
Ketika kehidupan memberi kesempatan kita untuk marah
tunjukan bahwa kita mempunyai keluasan hati untuk memaafkan
Ketika kehidupan memberi peluang untuk mengeluh
tunjukan bahwa masih ada yang tidak seberuntung kita
Ketika Kehidupan tidak pernah memberikan apapun kepada kita
Tunjukan bahwa kita bisa memberi manfaat untuk kehidupan saudara kita
nikmati setiap nafas yang masuk ke tubuh kita
nikmati setiap detik waktu yang mampir dalam kehidupan kita
begitu indah kehidupan anugerah Sang Kuasa
akhiri kelelahan dan kepenatan hari ini dengan keikhlasan
dan kepasrahan bahwa ini adalah karunia-Nya
indahnya hidup....
bukan karena seberapa banyak orang mengenal kita
namun seberapa banyak orang bahagia dengan keberadaan kita
bukan karena banyaknya harta ditabungan kita
namun seberapa kepedulian kita untuk sesama
bukan pula karena kekuasaan kita
namun seberapa besar manfaat keberadaan kita..
Pada akhirnya kita hanya lah manusia..
yang lemah, tidak berdaya...
kita hanyalah bagian dari secuil makhluk ciptaan-Nya
50, 60, 70 tahun saja didunia..
cuma sedikit yang lebih, Banyak yang kurang....
untuk HIDUP YANG KEKAL di alam keabadian sana
Hanya Ada dua cara saat menghadap-Nya..
Menangis atau tersenyum....
Bukan Uang yang membuat kita tersenyum..
Apa yang kita tanam, kita yang memetiknya...
Selasa, 09 Februari 2010
Dimana Taring Sepak Bola Kita
Senin, 08 Februari 2010
Biar Kelihatan Romantis..hohoh..
Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
Ketika kita menangis?
Ketika kita membayangkan?
Ketika kita berciuman?
Ini karena hal terindah di dunia ini ternyata TIDAK TERLIHAT...
KEKASIH SEJATI adalah yang mengerti ketika kamu berkata " A k u l u p a . ."
Menunggu selamanya ketika kamu berkata " T u n g g u s e b e n t a r "
Tetap tinggal ketika kamu berkata " T i n g g a l k a n a k u s e n d i r i
"
memaafkan orang yang dikasihinya sebelum kamu berkata"MAAFKAN AKU"
Membuka pintu meski kamu BELUM mengetuk dan berkata " B o l e h k a h
s a y a m a s u k ?”
MENCINTAI . . .
BUKANlah bagaimana kamu melupakan . . .
melainkan bagaimana kamu MEMAAFKAN . .
BUKANlah bagaimana kamu mendengarkan . . .
melainkan bagaimana kamu MENGERTI . . .
BUKANlah apa yang kamu lihat . . .
melainkan apa yang kamu RASAKAN . .
BUKANlah bagaimana kamu melepaskan . . .
melainkan bagaimana kamu BERTAHAN . . .
MENCINTAI..
Adalah berusaha ingin selalu memberi bukan menerima..
selalu mengerti bukan dimengerti...
selalu menghargai sebelum meminta dihargai...
Mencintai itu Lebih Indah Dari Dicintai...
.....Ternyata, Mendengarkan Itu Sulit...
1. Kita merasa pinter n banyak ilmunya sendiri kali yah..
2. Orang lain Bodoh, gak tahu apa2...
3. Penginnya Ngasih ilmu (jurus kali) bukan nyari ilmu..
4. Ujung-ujungnya SOMBONG deh...
Ayuk mari kita lihat yang lagi heboh aja bro..Sidang Pansus Century...yang disiarkan langsung secara "live" oleh Salah satu TV swasta tanah air..Anggota pansus berebut ngomong, tanya pada para Saksi, tapi setelah dijawab dipotong lagi..potong lagi..tanpa memberi kesempatan saksi berbicara, dan mereka mendengarkan..jadi kapan selesainya kalau begini..yang satu ngomong, yang lain ngemeng..SO...sapa yang mendengarkan bro..
trus sidang2 para Dewan yang terhormat dibeberapa daerah yang terjadi beberapa tahun yang lalu, semuanya pengin bicara..gak ada yang pengin mendengarkan..akhirnya tidak ditemukan solusi, yang ada malah saling berdebat gak jelas apa yang diperdebatkan, sampai akhirnya tonjok2an, banting kursi dsb..Gimana demokrasi Negeri kita bro??malu2in aja yak..Yang Katanya "orang-orang pinter aja" kaya gitu..lalu bagaimana dengan rakyat jelata kalau mereka itu sifatnya seperti itu, teladannya gitu...
So...ayuk kita belajar bareng aja deh, belajar buat membuka dua telinga kita lebar-lebar, dan menutup mulut "sedikit" aja deh..Bukankah Teladan Nabi Muhammad Saw yang Mulia juga Diam itu lebih baik daripada Banyak ngomong tapi tidak berguna...
Minggu, 07 Februari 2010
Bila Rasulullah Menengok waktu Pagi kita
Shalat subuh nabi hampir selalu dikerjakan berjamaah, bahkan ketika menjelang wafatnya beliau, masih sempet mengimami shalat subuh berjamaah para sahabat-sahabatnya. mungkin untuk beranjak dari tempat tidur memang berat sekali, ngantuk lah, dingin lah atau males lah..mungkin itu yang selalu dijadikan alesan kita. padahal ketika seseorang melaksanakan shalat subuh berjamaah maka pahalanya akan dihitung seperti beribadah semalam penuh. Disamping itu, keutamaan jamaah subuh yang lain adalah bahwa bangsa yahudi merasa takut dengan umat islam yang melaksanakan shalat subuh berjamaah, kebangkitan umat islam bisa juga dilihat dari berapa banyak jamaah shalat subuhnya. lalu bagaimana dengan jamaah subuh kita semua..jangankan jamaah, shalat subuh aja bolong2..maka sudah sepantasnya pelan-pelan merubah kebiasaan buruk kita dipagi hari..ayo galakan shalat subuh berjamaah..
2011, Indonesia Bebas Anak Jalanan
FAKTANYA...lihat saja dijakarta ini, berapa ratus lampu merah yang disana setiap lampu merah ada berapa puluh anak jalanan, pengamen, glandangan. Eit..anak jalanan disini bukan hanya kita lihat dilampu merah loh..Di terminal, Pasar, Trotoar, Stasiun, Emperan toko, kolong jembatan..Berapa Puluh Ribu Anak Jalanan Di Jakarta ini bro??...ini baru dijakarta loh, Belum di Semarang, Jogja, Medan dll??belum dikota kecil, Purbalingga Misalnya...hah...bagaimana caranya waktu 11 bulan ini menghilangkan mereka..atau mereka diseret dengan paksa untuk dimasukan Panti yang konon lebih menyeramkan dari Penjara sekalipun..
Jadi inget acara Uya emang Kuya (hipnotis itu loh) tayang di SCTV, Minggu 7 Februari 2010 jam 5 kemarin..yang dihipnotis adalah 4 anak jalanan secara bergantian..Mereka ditanya macama2 sama Uya. hoho..jawabanya betul betul mencerminkan anak seumuran mereka kenapa ada dijalanan. Rata-rata mereka berasal dari keluarga "Broken home". Gak sekolah, tidur ditaman, di emperan toko..gak punya Bapak, Ibu..3 anak mengaku Pernaha Dirazia dan ditangkap oleh Satpol PP atau Kamtib Pemprov DKI jakarta. Setelah ditangkap mereka 1 orang dibawa ke Cipayung, disuatu Panti rehabilitasi anak jalanan mungkin..Katanya disana Makannya Nasi Kering setiap hari dengan Lauk Kangkung, SETIAP HARI..NASI KERINg teman-teman..Kaya Jaman Penjajahan saja..dengan kondisi seperti ini bagaimana mereka akan mau tinggal disana..Yang 2 orang dibawa di Kedoya , panti juga..Disana Lauknya agak lumayan yaitu TElor yang KERAS SEPERTI BATU, SUDAH BASi...waduh... !!!
Tidak bisakah pemerintah menyediakan tempat yang lebih layak "dikit"..Gaji Mereka Besar, Pendapatan mereka dapatkan dari mana-mana..tidak maukah menengok anak2 jalanan ini yang menderita..hidup beralas tanah, dan beratap langit.. mana hati nurani anda yang duduk nyaman di Kursi Sana.. mana janji2 anggota DPR yang akan memperhatikan mereka jika mau mencontreng namanya di PILEG lalu..mana??..
4 anak jalanan tersebut juga menyatakan keinginan mereka untuk bisa bersekolah lagi, tapi masalah klasik itu masih saja muncul..TIDAK PUNYA BIAYA...mana perhatiannmu wahai penguasa..
Lalu mampukah 2011 Indonesia dengan Yakinnya menyatakan ANAK JALANAN TIDAK ADA LAGI DINEGERI YANG MEMILIKI SDA KAYA RAYA INI...Bagimana caranya??banyak yang harus dibenahi, bukan hanya menyingkirkan mereka saja seperti membuang keringat dikening kita...kita tunggu janji Mensos RI kita???
Korupsi Gerogoti Negeri Sendiri
HABISI KORUPTOR...Yes !!! .Korupsi bikin sengsara, dan itu artinya koruptor biang kerok kesengsaraan. Sikat sampai bersih! Kamu tentu gondok bin mangkel ati kalo ada teman kamu yang korupsi duit organisasi, di OSIS misalnya (apalagi rohis, wew!). Iya dong, kalo kamu mendiamkan aksi teman kamu yang udah jelas-jelas terbukti sebagai koruptor itu, berarti secara tidak langsung kamu menyetujui tindakan doi. Lebih parah kalo korupsinya berjamaah. Opo iku korupsi berjamaah??shalat kali yak...
Yup, kasus terbaru dan cukup heboh karena sebagian besar rakyat Indonesia ikut mengamati ‘drama’ ini adalah “Cicak vs Buaya”. Ini ungkapan yang diberikan salah seorang oknum polri menyikapi kasus KPK versus Polri. Meski akhirnya Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri meminta media tidak memberikan label “cicak vs buaya” dalam pemberitaan tentang KPK vs Polri. Kasus ini makin menyita perhatian publik ketika bukti rekaman penyadapan informasi oleh KPK terhadap pihak-pihak yang diduga melakukan tindak korupsi diperdengarkan di sidang Mahkamah Konstitusi pada 3 Nopember 2009 lalu. Nah, karena sidangnya terbuka dan disiarkan langsung oleh beberapa stasiun televisi dan radio, tentu saja hampir semua rakyat Indonesia tahu isi rekaman pembicaraan orang-orang yang terlibat dalam kasus tersangka korupsi Anggoro Widjojo (bos PT Masaro) tersebut. Terutama yang jadi sorotan adalah pembicaraan Anggodo Widjojo—yang merupakan adik tersangka dengan sejumlah pihak dari aparat penegak hukum di kejaksaan agung dan polri demi upayanya membebaskan sang kakak dari jerat kasus korupsi. Hmm.. nekat bener tuh orang!
Korupsi bikin sengsara
Kalo kamu punya duit. Duit itu kamu simpan. Tiap hari nambah simpanan itu, maka tentu saja duit itu jadi banyak. Berlimpah. Tapi kalo duit itu dibelanjakan untuk keperluan kamu, tentu akan berkurang. Sedikit demi sedikit tergantung nilai belanja kamu. Itu hak kamu selama kamu membelanjakannya dari duit yang kami miliki dengan sah. Nah, urusan duit—dari mulai pencarian dan penggunaannya—akan menjadi bermasalah ketika dicari dari jalan yang nggak benar meskipun digunakan untuk perbuatan yang bener. Korupsi salah satu contohnya.
Ya, kalo duit kamu sendiri, hasil kerja keringat kamu sendiri dibelanjakan sesuai kehendak kamu, meskipun hal itu kadang tidak bijak karena boros, yang rugi cuma kamu sendiri dan orang-orang terdekatmu. Iya kan? Tapi kalo duit hasil korupsi, yang bakal dirugikan banyak orang. Ambil contoh kalo ketua OSIS di sekolahmu menyalahgunakan wewenangnya untuk menggunakan dana OSIS bagi kepentingan dirinya pribadi. Dia melakukan korupsi. Padahal uang itu adalah ada yang titipan dari pihak ketiga, ada uang iuran anggota, atau uang lainnya yang merupakan dana organisasi. Maka, yang dirugikan sudah pasti banyak orang. Nah, apalagi kalo yang korupsi itu di perusahaan besar, instansi pemerintah, termasuk pejabat negara dan pemimpin negara. Weleh, korupsinya bisa miliaran rupiah. Bahkan triliunan rupiah seperti dalam kasus Bank Century (yang berganti nama jadi Bank Mutiara) yang diduga melibatkan sejumlah pejabat negara dan nilainya hingga Rp 6,7 triliun. Kacau banget kan?
Kasus penyuapan pun hampir sama dengan korupsi, karena biasanya itu dilakukan untuk memperlancar urusan dengan pihak yang sedang bertransaksi. Saya pernah lho kerja jadi sales alat-alat laboratorium dan bahan kimia di sebuah perusahaan supplier. Untuk kasus yang boleh dibilang nilainya ‘cuma’ jutaan, ternyata ada celah untuk nilep uang yang nggak halal. Saya punya pengalaman pribadi, ketika nawarin sebuah produk, oknum di sebuah instansi pemerintah ini minta ‘diservis’ agar tim penjualan kami memberikan kulkas satu pintu jika produk kami ingin masuk ke instansi mereka. Weleh.. tentu saja saya ogah.
Dalam kasus serupa pernah juga saya diledekin sama bos saya bahwa kalo nunggu tanda tangan dari tukang cap order dengan cara normal bakalan lama urusannya. Dia langsung mencontohkan dengan cara mendekati petugas lalu ngomong-ngomong sebentar sambil menyerahkan duit dua rebu perak dan langsung dapat tanda tangan dan cap untuk order ke perusahaan tersebut. Waduh, saya ngahuleung alias merenung ternyata urusan begituan aja ada suapnya. Saya ngebayangin kalo setiap hari ada 200 orang yang berurusan dengan petugas itu dan membayar uang dua rebu perak, dalam sehari petugas dan rekannya bisa mendapat uang panas 400 rebu rupiah. Kalo dalam 20 hari kerja, bisa Rp 8 juta tuh! Duitnya nggak seberapa besar, tapi gede dosanya.
Pernah juga ketika saya beli sebuah produk di sebuah toko (kebetulan jumlahnya agak banyak). Petugasnya bilang, “kuitansinya mau kosong atau gimana?” Saya bingung, dan bilang ke dia, “Lho memangnya kenapa? Tulis saja sesuai harga di situ”. Seingat saya dia jawab, “Iya, banyak orang yang cuma minta kuitansi kosong, asal ada capnya dari kita terus mereka sendiri yang nulis nilai transaksi penjualan ini.” Kelakuan dimana-mana neh?? Dan, akhirnya saya menyaksikan kejadian serupa di sebuah tempat foto copy. Waktu itu, yang minta kuitansi kosong tapi ada capnya adalah seorang oknum pegawai di sebuah instansi pemerintah karena ada badge di bajunya. Waduh!
Bro, berarti praktik kayak gini udah banyak dilakukan. Nggak cuma yang nilainya triliunan rupiah, tapi yang kelas puluhan ribu perak pun marak terjadi. Bukan cuma bos-bos besar, tapi karyawan kelas teri aja suka kok. Memang nggak semua begitu, tapi sayangnya jumlahnya banyak. Inilah gambaran buruk sistem kapitalisme, Bro!
Sekarang mari kita hitung secara kasar duit yang ‘menyublim’ gara-gara korupsi. Jika dalam sebuah instansi pemerintah atau BUMN, duit yang dikorupsi rata-rata Rp 10 juta per bulan, maka jika ada 100 instansi yang melakukan hal yang sama, duit yang hilang gara-gara korupsi jumlahnya Rp 1 miliar setiap bulan. Jika ada 1000 instansi di seluruh Indonesia, maka duit negara yang dikorupsi menjadi Rp 10 miliar per bulan. Itu baru hitungan kasar lho dan jumlahnya minim. Hmm.. itulah kejahatan yang menyengsarakan orang banyak. Kok bisa? Ya, karena kebijakan pemerintah memang dibantu instansi-instansi tersebut.
Saya sempat mendapat informasi valid dari seorang aktivis LSM yang tentu saja sering berhubungan dengan departemen yang sesuai dengan fokus kegiatan LSM tersebut. Jika ada program bantuan untuk rakyat, misalnya dana yang cair itu Rp 1 miliar, maka jatah untuk dibagikan ke rakyat tak sampai jumlah tersebut. Nilai pastinya dia tidak menyebutkan, tapi yang jelas ada dana yang ‘dialirkan’ untuk birokrasi dari tingkat sampai tingkat kecamatan. Padahal, untuk tugas seperti itu mereka udah dapat gaji kok. Parah! Ini baru satu instansi lho, belum instansi lainnya.
Nih, ada data yang saya dapatkan berkaitan dengan hal ini: Dana yang selayaknya untuk keperluan masyarakat, beralih kepada individu koruptor. Selama 30 tahun terakhir, sedikitnya ada US$ 40 miliar anggaran pembangunan yang masuk ke kocek pribadi karena perilaku korupsi (Media Indonesia, 31/03/2002). Setiap tahun, lebih dari US$ 1 triliun (lebih dari Rp 8.000 triliun) habis dibayarkan sebagai uang suap dalam berbagai bentuk, terutama di negara-negara berkembang (Forum Keadilan, No. 41,26 Februari 2007)
Hapuskan korupsi!
Korupsi memang bukan persoalan mental pelakunya saja, tapi juga persoalan sistem yang buruk. Kapitalisme telah memberi celah yang cukup lebar untuk kondisi penyalahgunaan wewenang pejabat dan memberi peluang pelaku kriminal menyuap aparat penegak hukum. Suap dan korupsi adalah saudara kembar yang harus dihapuskan. Namun, berharap kepada kapitalisme untuk menyelesaikan masalah ini, sama saja bermimpi. Kita butuh institusi yang menerapkan sistem hukum yang adil, tegas, menyelamatkan, dan memberi jaminan di dunia dan akhirat. Apakah ada sistem seperti itu? Ada! Yakni, Islam yang diterapkan sebagai ideologi negara dalam institusi bernama Khilafah Islamiyah. Demokrasi? Hehehe… ke laut aja deh!
Bener! Soalnya seorang calon pemimpin tingkat RW sampai lembaga tertinggi negara sudah biasa mengeluarkan duit untuk kampanye pemilihan dirinya. Jumlahnya tentu makin besar seiring dengan tingginya tingkat kepemimpinan. Kalo untuk menjadi pemimpin saja sudah berani ngeluarin duit banyak, perlu diwaspadai bahwa ada niat untuk “balik modal” saat terpilih jadi pemimpin atau pejabat. Ini sudah jadi rahasia umum. Wajar dong, kalo aparat penegak hukum bisa disuap oleh pengusaha tertentu ketika tender proyek. Sebab, sangat boleh jadi pengusaha itu udah nanam saham duluan saat membantu yang bersangkutan menjadi pejabat. Balas jasa atau balas budi namanya. Kacau bener kan?
Ada satu teladan yang patut dijadikan contoh bagi pejabat publik saat ini, yakni apa yang dilakukan oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Dalma sebuah riwayat, al-Laits berkata, “Tatkala Umar bin Abdul Aziz berkuasa, dia mulai melakukan perbaikan dari kalangan keluarga dan familinya serta membersihkan hal-hal yang tidak beres di lingkaran mereka. Kepada istrinya Khalifah Umar mengatakan, pilihlah olehmu, engkau mengembalikan harta perhiasan ini ke Baitul Mal atau izinkan aku meninggalkanmu untuk selamanya.” (Tarikh al-Khulafa’, Imam As Suyuthi, hlm. 274)
No suap, no korupsi! Yes! Umat Islam dididik untuk tidak menyalahgunakan harta dan jabatan. Korupsi dan suap sangat akrab dan dekat dengan penguasa atau setidaknya bagi mereka yang memiliki akses kepada sumber dana karena jabatan atau pekerjaannya yang berhubunan dengan hal tersebut. Hati-hati euy!
Kamis, 04 Februari 2010
Tentang Bersin
Beberapa orang bisa saja bersin setiap hari sementara orang lain hanya pada waktu-waktu tertentu saja. Bersin adalah salah satu cara tubuh untuk mengeluarkan benda-benda asing dari hidung yang dapat menyebabkan iritasi seperti debu, tepung, bakteri atau virus.
Tapi proses bersin ini tidak semudah yang dipikirkan orang, karena tetap saja melibatkan banyak organ dan fungsi dari dalam tubuh.
Seperti dikutip dari Fitsugar, Kamis (4/2/2010) ada 5 fakta yang berhubungan dengan fenomena bersin ini yaitu:
1. Olahraga bisa membuat orang bersin.
Ketika orang berlatih terlalu keras dan napas menjadi berat, maka secara otomatis bagian mulut dan hidung menjadi kering. Akibatnya bagian dalam tubuh akan bereaksi dengan meneteskan air sehingga memicu orang untuk bersin.
2. Kecepatan bersin sangat tinggi.
Saat seseorang bersin, maka lendir atau benda-benda asing yang ada di mulut dan hidung akan keluar dengan kecepatan 100 mil per jam. Saat bersin biasanya mengeluarkan 100.000 kuman ke udara, karena itu sebaiknya menutup hidung dan mulut dengan tangan atau liputan siku ketika bersin agar tidak membahayakan orang disekitar.
3. Orang tidak akan bersin saat sedang tidur.
Seseorang tak perlu khawatir akan terbangun saat tidur akibat bersin. Ini dikarenakan saat sedang tidur, saraf bersin juga akan beristirahat.
4. Terkena matahari bisa menyebabkan bersin.
Sekitar 1 dari 3 orang akan bersin saat terkena sinar matahari cerah. Sensitifitas terhadap cahaya matahari dipengaruhi oleh faktor genetik.
5. Seks bisa memicu bersin.
Rangsangan yang terjadi pada sistem saraf parasimpatik ternyata tidak hanya memberikan sinyal pada seseorang untuk menikmati seks, karena pada beberapa orang hal ini juga bisa memicu bersin setelah hubungan seks selesai.. (sumber:detik.com)
Rendah Hati Karena Hanya Allah lah yang Maha Sempurna
Adakah diantara kita yang merasa mencapai sukses hidup karena telah berhasil meraih segalanya : harta, gelar, pangkat, jabatan, dan kedudukan yang telah menggenggam seluruh isi dunia ini? Marilah kita kaji ulang, seberapa besar sebenarnya nilai dari apa-apa yang telah kita raih selama ini.
Di sebuah harian pernah diberitakan tentang penemuan baru berupa teropong yang diberi nama telescope Hubble. Dengan teropong ini berhasil ditemukan sebanyak lima milyar gugusan galaksi. Padahal yang telah kita ketahui selama ini adalah suatu gugusan bernama galaksi bimasakti, yang di dalamnya terdapat planet-planet yang membuat takjub siapa pun yang mencoba bersungguh-sungguh mempelajarinya. Matahari saja merupakan salah satu planet yang sangat kecil, yang berada dalam gugusan galaksi di dalam tata surya kita. Nah, apalagi planet bumi ini sendiri yang besarnya hanya satu noktah. Sungguh tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan lima milyar gugusan galaksi tersebut. Sungguh alangkah dahsyatnya.
Sayangnya, seringkali orang yang merasa telah berhasil meraih segala apapun yang dirindukannya di bumi ini - dan dengan demikian merasa telah sukses - suka tergelincir hanya mempergauli dunianya saja. Akibatnya, keberadaannya membuat ia bangga dan pongah, tetapi ketiadaannya serta merta membuat lahir batinnya sengsara dan tersiksa. Manakala berhasil mencapai apa yang diinginkannya, ia merasa semua itu hasil usaha dan kerja kerasnya semata, sedangkan ketika gagal mendapatkannya, ia pun serta merta merasa diri sial. Bahkan tidak jarang kesialannya itu ditimpakan atau dicarikan kambing hitamnya pada orang lain.
Orang semacam ini tentu telah lupa bahwa apapun yang diinginkannya dan diusahakan oleh manusia sangat tergantung pada izin Allah Azza wa Jalla. Mati-matian ia berjuang mengejar apa-apa yang dinginkannya, pasti tidak akan dapat dicapai tanpa izin-Nya. Laa haula walaa quwwata illaabillaah! Begitulah kalau orang hanya bergaul, dengan dunia yang ternyata tidak ada apa-apanya ini.
Padahal, seharusnya kita bergaul hanya dengan Allah Azza wa Jalla, Zat yang Maha Menguasai jagat raya, sehingga hati kita tidak akan pernah galau oleh dunia yang kecil mungil ini. Laa khaufun alaihim walaa hum yahjanuun! Samasekali tidak ada kecemasan dalam menghadapi urusan apapun di dunia ini. Semua ini tidak lain karena hatinya selalu sibuk dengan Dia, Zat Pemilik Alam Semesta yang begitu hebat dan dahsyat.
Sikap inilah sesungguhnya yang harus senantiasa kita latih dalam mempergauli kehidupan di dunia ini. Tubuh lekat dengan dunia, tetapi jangan biarkan hati turut lekat dengannya. Ada dan tiadanya segala perkara dunia ini di sisi kita jangan sekali-kali membuat hati goyah karena toh sama pahalanya di sisi Allah. Sekali hati ini lekat dengan dunia, maka adanya akan membuat bangga, sedangkan tiadanya akan membuat kita terluka. Ini berarti kita akan sengsara karenanya, karena ada dan tiada itu akan terus menerus terjadi.
Betapa tidak! Tabiat dunia itu senantisa dipergilirkan. Datang, tertahan, diambil. Mudah, susah. Sehat, sakit. Dipuji, dicaci. Dihormati, direndahkan. Semuanya terjadi silih berganti. Nah, kalau hati kita hanya akrab dengan kejadian-kejadian seperti itu tanpa krab dengan Zat pemilik kejadiannya, maka letihlah hidup kita.
Lain halnya kalau hati kita selalu bersama Allah. Perubahan apa saja dalam episode kehidupan dunia tidak akan ada satu pun yang merugikan kita. Artinya, memang kita harus terus menerus meningkatkan mutu pengenalan kita kepada Allah Azza wa Jalla. Di antara yang penting yang kita perhatikan sekiranya ingin dicintai Allah adalah bahwa kita harus zuhud terhadap dunia ini. Rasulullah SAW pernah bersabda, "Barangsiapa yang zuhud terhadap dunia, niscaya Allah mencintainya, dan barangsiapa yang zuhud terhadap apa yang ada di tangan manusia, niscaya manusia mencintainya."
Zuhud terhadap dunia bukan berarti tidak mempunyai hal-hal yang bersifat duniawi, melainkan kita lebih yakin dengan apa yang ada di sisi Allah daripada apa yang ada di tangan kita. Bagi orang-orang yang zuhud terhadap dunia, sebanyak apapun yang dimiliki sama sekali tidak akan membuat hati merasa tentram karena ketentraman itu hanyalah apa-apa yang ada di sisi Allah.
Rasulullah SAW bersabda, "Melakukan zuhud dalam kehidupan di dunia bukanlah dengan mengharamkan yang halal dan bukan pula memboroskan kekayaan. Zuhud terhadap kehidupan dunia itu ialah tidak menganggap apa yang ada pada dirimu lebih pasti daripada apa yang ada pada Allah." (HR. Ahmad, Mauqufan)
Andaikata kita merasa lebih tentram dengan sejumlah tabungan di bank, maka berarti kita belum zuhud. Seberapa besar pun uang tabungan kita, seharusnya kita lebih merasa tentram dengan jaminan Allah. Ini dikarenakan apapun yang kita miliki belum tentu menjadi rizki kita kalau tidak ada izin Allah.
Sekiranya kita memiliki orang tua atau sahabat yang memiliki kedudukan tertentu, hendaknya kita tidak sampai merasa tentram dengan jaminan mereka atau siapa pun. Karena, semua itu tidak akan datang kepada kita, kecuali dengan izin Allah.
Orang yang zuhud terhadap dunia melihat apapun yang dimilikinya tidak menjadi jaminan. Ia lebih suka dengan jaminan Allah karena walaupun tidak tampak dan tidak tertulis, tetapi Dia Mahatahu akan segala kebutuhan kita.jangan ukur kemuliaan seseorang dengan adanya dunia di genggamannya. Sebaliknya jangan pula meremehkan seseorang karena ia tidak memiliki apa-apa. Kalau kita tidak menghormati seseorang karena ia tidak memiliki apa-apa. Kalau kita menghormati seseorang karena kedudukan dan kekayaannya, kalau meremehkan seseorang karena ia papa dan jelata, maka ini berarti kita sudah mulai cinta dunia. Akibatnya akan susah hati ini bercahaya disisi Allah.
Mengapa demikian? Karena, hati kita akan dihinggapi sifat sombong dan takabur dengan selalu mudah membeda-bedakan teman atau seseorang yang datang kepada kita. Padahal siapa tahu Allah mendatangkan seseorang yang sederhana itu sebagai isyarat bahwa Dia akan menurunkan pertolongan-Nya kepada kita.
Hendaknya dari sekarang mulai diubah sistem kalkulasi kita atas keuntungan-keuntungan. Ketika hendak membeli suatu barang dan kita tahu harga barang tersebut di supermarket lebih murah ketimbang membelinya pada seorang ibu tua yang berjualan dengan bakul sederhananya, sehingga kita mersa perlu untuk menawarnya dengan harga serendah mungkin, maka mulailah merasa beruntung jikalau kita menguntungkan ibu tua berimbang kita mendapatkan untung darinya. Artinya, pilihan membeli tentu akan lebih baik jatuh padanya dan dengan harga yang ditawarkannya daripada membelinya ke supermarket. Walhasil, keuntungan bagi kita justru ketika kita bisa memberikan sesuatu kepada orang lain.
Lain halnya dengan keuntungan diuniawi. Keuntungan semacam ini baru terasa ketika mendapatkan sesuatu dari orang lain. Sedangkan arti keuntungan bagi kita adalah ketika bisa memberi lebih daripada yang diberikan oleh orang lain. Jelas, akan sangat lain nilai kepuasan batinnya juga.
Bagi orang-orang yang cinta dunia, tampak sekali bahwa keuntungan bagi dirinya adalah ketika ia dihormati, disegani, dipuji, dan dimuliakan. Akan tetapi, bagi orang-orang yang sangat merindukan kedudukan di sisi Allah, justru kelezatan menikmati keuntungan itu ketika berhasil dengan ikhlas menghargai, memuliakan, dan menolong orang lain. Cukup ini saja! Perkara berterima kasih atau tidak, itu samasekali bukan urusan kita. Dapatnya kita menghargai, memuliakan, dan menolong orang lain pun sudah merupakan keberuntungan yang sangat luar biasa.
Sungguh sangat lain bagi ahli dunia, yang segalanya serba kalkulasi, balas membalas, serta ada imbalan atau tidak ada imbalan. Karenanya, tidak usah heran kalau para ahli dunia itu akan banyak letih karena hari-harinya selalu penuh dengan tuntutan dan penghargaan, pujian, dan lain sebagainya, dari orang lain. Terkadang untuk mendapatkan semua itu ia merekayasa perkataan, penampilan, dan banyak hal demi untuk meraih penghargaan.
Bagi ahli zuhud tidaklah demikian. Yang penting kita buat tatanan kehidupan ini seproporsional mungkin, dengan menghargai, memuliakan, dan membantu orang lain tanpa mengharapkan imbalan apapun. Inilah keuntungan-keuntungan bagi ahli-ahli zuhud. Lebih merasa aman dan menyukai apa-apa yang terbaik di sisi Allah daripada apa yang didapatkan dari selain Dia.
Walhasil, siapapun yang merindukan hatinya bercahaya karena senantiasa dicahayai oleh nuur dari sisi Allah, hendaknya ia berjuang sekuat-kuatnya untuk mengubah diri, mengubah sikap hidup, menjadi orang yang tidak cinta dunia, sehingga jadilah ia ahli zuhud.
"Adakalanya nuur Illahi itu turun kepadamu", tulis Syaikh Ibnu Atho'illah dalam kitabnya, Al Hikam, "tetapi ternyata hatimu penuh dengan keduniaan, sehingga kembalilah nuur itu ke tempatnya semula. Oleh sebab itu, kosongkanlah hatimu dari segala sesuatu selain Allah, niscaya Allah akan memenuhinya dengan ma'rifat dan rahasia-rahasia."
Subhanallaah, sungguh akan merasakan hakikat kelezatan hidup di dunia ini, yang sangat luar biasa, siapapun yang hatinya telah dipenuhi dengan cahaya dari sisi Allah Azza wa Jalla. "Cahaya di atas cahaya. Allah membimbing (seorang hamba) kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki ..." (QS. An Nuur [24] : 35). .